MAKALAH KOORDINASI
Haloo fightersss,
pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan contoh makalah Manajemen Umum dengan subtema "Koordinasi"
Semoga bermanfaat....!
pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan contoh makalah Manajemen Umum dengan subtema "Koordinasi"
Semoga bermanfaat....!
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga tersusunnya makalah manjemen
ini mengenai “Koordinasi”.
Makalah ini kami susun dengan tujuan agar
para mahasiswa dapat mengerti dan memahami materi pengantar manajemen mengenai
koordinasi. Upaya ini diharapkan dapat lebih mengoptimalkan penguasaan
mahasiswa terhadap kompetensi yang dipersyaratkan.
Dalam penyusunan makalah ini, masih banyak
terdapat kekurangannya. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan yang akan datang.
Akhir kata kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi
semua pembaca. Kurang lebihnya kami
ucapkan terima kasih.
Mataram, November 2013
Penyusun
Kelompok 3
Daftar isi
Kata Pengantar
........................................................................................................................ 1
Daftar
Isi
..................................................................................................................................
2
Pengertian koordinasi
..............................................................................................................
3
Kebutuhan akan koordinasi
......................................................................................................
3
Masalah-masalah pencapaian koordinasi yang
efektif
............................................................ 3
Pendekatan-pendekatan untuk mencapai
koordinasi yang efektif
.........................................
4
Mekanisme-mekanisme pengkoordinasian dasar ................................................................... 4
Peningkatan koordinasi potensial ............................................................................................
5
Pengurangan kebutuhan akan koordinasi
...............................................................................
6
Penutup
...................................................................................................................................
7
KOORDINASI
Pengertian organisasi
Koordinasi ( coordination ) adalah
proses pengintegrasian tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan pada satuan-satuan
yang terpisah ( departemen atau bidang-bidang fungsional ) suatu organisasi
untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Tanpa koordinasi, individu-individu
dan departemen-departemen akan kehilangan pegangan atas peranan mereka dalam
organisasi.
Kebutuhan akan organisasi
Kebutuhan akan koordinasi tergantung
pada sifat dan kebutuhan komunikasi dalam pelaksanaan tugas dan derajat saling
ketergantungan bermacam-macam satuan pelaksanaannya. Koordinasi sangat
dibutuhkan bagi organisasi-organisasi yang menetapkan tujuan yang tinggi.
Menurut James D. Thompson, ada tiga
macam saling ketergantungan di antara satuan-satuan organisasi, yaitu :
Saling ketergantungan yang menyatu (
pooled interdependence ), bila satuan-satuan organisasi tidak saling tergantung
satu dengan yang lain dalam melaksanakan kegiatan harian tetapi tergantung pada
pelaksanaan kerja setiap satuan yang memuaskan untuk suatu hal akhir.
Saling ketergantungan yang berurutan (
sequential interdependence ), dimana suatu satuan organisasi harus melaksanakan
pekerjaannya relebih dahulu sebelum satuan yang lain dapat bekerja.
Saling ketergantungan timbal balik (
reciprocal independence ), merupakan hubungan memberi dan menerima antar satuan
organisasi.
Masalah-masalah pencapaian koordinasi
yang efektif
Paul R. Lawrence dan Jay W. Lorch
telah mengemukakan empat tipe perbedaan dalam sikap dan cara kerja di antara
bermacam-macam individu dan departemen-departemen dalam organisasi yang
mempersulit tugas pengkoordinasian bagian-bagian organisasi yang efektif, yaitu
:
Perbedaan dalam orientasi terhadap
tujuan tertentu. Para anggota dari departemen yang berbeda mengembangkan
pandangan mereka sendiri tentang bagaimana cara mencapai kepentingan organisasi
yang baik. Bagian penjualan menganggap bahwa diversifikasi produk harus lebih
diutamakan daripada kualitas produk. Bagian akuntansi melihat pengendalian
biaya sebagai faktor paling penting sukses organisasi. Bagian pemasaran
mengemukakan desain produk sebagai yang paling esensial.
Perbedaan dalam orientasi waktu.
Manajer produksi akan lebih memperhatikan masalah-masalah yang harus dipecahkan
segera atau dalam periode waktu pendek. Bagian penelitian dan pengembangan
lebih terlibat dengan masalah-masalah jangka panjang.
Perbedaan dalam orientasi antar
pribadi. Kegiatan produksi mengemukakan komunikasi dan pembuatan keputusan yang
cepat agar prosesnya lancar, sedang bagian penelitian dan pengembangan mungkin
dapat lebih santai dan setiap orang dapat mengemukakan pendapat serta
berdiskusi satu dengan yang lain.
Perbedaan dalam formalitas struktur.
Dalam departemen produksi di mana kuantitas dan kualitas diawasi secara ketat,
proses evaluasi dan balas jasa dilakukan formal. Dalam departemen personalia
standar pelaksanaan dapat lebih longgar, di mana karyawan dievaluasi kualitas
kerjanya selama periode waktu tertentu.
Pendekatan-pendekatan untuk mencapai
koordinasi yang efektif
Komunikasi adalah kunci koordinasi yang efektif.
Koordinasi secara langsung tergantung pada perolehan, penyebaran, pemrosesan
informasi. Semakin besar ketidak pastian tugas yang koordinasi , semakin
membutuhkan informasi. Untuk alasan ini, koordinasi pada dasarnya merupakan
tugas pemrosesan informasi.
Ada tiga pendekatan untuk
pencapaian koordinasi yang efektif, yaitu
Pendekatan 1 : TEKNIK-TEKNIK MANAJEMEN DASAR
Aturan dan prosedur
Hirarki manajerial
Penerapan tujuan dan
rencana
Pendekatan 2 : MENINGKATKAN KOORDINASI POTENSIAL
Investasi dalam sistem
infrmasi vertikal
Penciptaan
hubungan-hubungan ke samping
Pendekatan 3 : MENGURANGI
KEBUTUHAN AKAN KOORDINASI
Penciptaan sumber
daya-sumber daya tambahan
Penciptaan tugas-tugas
yang dapat berdiri sendiri
Mekanisme-mekanisme pengkoordinasian
dasar
Mekanisme-mekanisme dasar
untuk pencapaian koordinasi adalah komponen-komponen vital manajemenyang secara
ringkas dapat diuraikan sebagai berikut :
Hirarki manajerial yaitu
rantai perintah, aliran informasi dan kerja, wewenang formal, hubungan tanggung
jawab dan akuntabilitas yang jelas dapat menumbuhkan integrasi bila dirumuskan
secara jelas serta dilaksanakan dengan pengarahan yang tepat.
Aturan dan prosedur yaitu
keputusan-keputusan manajerial yang dibuat untuk menangani kejadiankejadian
rutin, sehingga dapat juga menjadi peralatan yang efisien untuk koordinasi dan
pengawasan rutin.
Rencana dan penetapan
tujuan yaitu pengembangan rencana dan tujuan dapat digunakan untuk
pengkoordinasian melalui pengarahan seluruh satuan organisasi terhadap
sasaran-sasaran yang sama.
Peningkatan koordinasi potensial
Bila
mekanismepengkoordinasian dasar tidak cukup, investasi dalam
mekanisme-mekanisme tambahan diperlukan. Koordinasi potensial dapat
ditingkatkan dalam dua cara, vertikal dan menyamping (horizontal) :
Sistem informasi vertikal
yaitu peralatan melalui mana data disalurkan melewati tingkatan-tingkatan
organisasi. Komunikasi dapat terjadi di dalam atau di luar rantai perintah.
Sistem informasi manajemen telah dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan seperti
pemasaran, keuangan, produksi dan operasi-operasi internasional untuk
meningkatkan informasi yang tersedia bagi perencanaan, koordinasi dan
pengawasan.
Hubungan-hubungan lateral
(horizontal) yaitu melalui pemotongan rantai perintah, hubungan-hubungan
lateral membiarkan informasi di pertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat
hirarki dimana informasi yang dibutuhkan ada.
Ada
beberapa hubungan lateral, yang dapat diperinci sebagai berikut :
Kontak
langsung antara individu-individu yang dapat meningkatkan efektifitas dan
efisiensi kerja.
Peranan
penghubung, yang menangani komunikasi antar departemen sehingga mengurangi
panjangnya saluran komunikasi.
Panitia
dan satuan tugas. Panitia biasanya diorganisasi secara formal dengan pertemuan
yang dijadwalkan teratur. Satuan tugas dibentuk bila dibutuhkan untuk
masalah-masalah khusus.
Pengintegrasian
peranan-peranan, yang dilakukan oleh misal manajer produk atau proyek, perlu
diciptakan bila suatu produk, jasa atau proyek khusus memerlukan tingkat
koordinasi yang tinggi dan perhatian yang terus menerus dari seseorang.
Peranan
penghubung manajerial, yang mempunyai kekuasaan menyetujui perumusan anggaran
oleh satuan-satuan yang diintegrasikan dan implementasinya. Ini diperlukan bila
posisi pengintegrasian yang dijelaskan diatas tidak secara efektif
mengkoordinasikan tugas tertentu.
Organisasi
matriks, organisasi matriks dikembangkan pertama kali dalam industri ruang
agkasa. Tetapi akhir-akhir ini konsep organisasi matriks banyak dikembangkan
terutama pada perusahaan-perusahaan konstruksi, kontraktor,
perusahaan-perusahaan konsultan, kantor-kantor akuntan dan
organisasi-organisasi lain yang bekerja dengan banyak proyek yang mempunyai
waktu penyelesaian terbatas dan bersamaan, memerlukan koordinasi dan prestasi
teknis tinggi, serta membutuhkan berbagai keterampilan dan keahlian khusus.
Pengurangan kebutuhan akan koordinasi
Bila
mekanisme-mekanisme pengkoordinasian dasar tidak mencukupi, koordinasi
potensial dapat ditingkatkan dengan penggunaan metode-metode di atas. Tetapi
kebutuhan akan koordinasi yang sangat besar dapat menyebabkan kelebihan beban
bahkan memperluas mekanisme-mekanisme pengkoordinasian. Langkah yang paling konstruktif yang dapat
diambil dalam menghadapi kasus ini adalah mengurangi kebutuhan akan koordinasi.
Ada dua metode pengurangan kebutuhan koordinasi, yaitu :
Penciptaan sumber
daya-sumber daya tambahan yaitu memberikan kelonggaran bagi satuan-satuan
kerja. Penambahan tenaga kerja, bahan baku atau waktu, tugas diperingan dan
masalah-masalah yang timbul berkurang.
Penciptaan tugas-tugas
yang dapat berdiri sendiri yaitu teknik ini mengurangi kebutuhan koordinasi
dengan mengubah karakter satuan-satuan organisasi. Kelompok tugas yang dapat
berdiri sendiri diserahi suatu tanggung jawab penuh salah satu organisasi
operasi (perusahaan).
Penutup
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai
materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak
kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya
rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang
budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi
sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan
berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para
pembaca yang budiman pada umumnya.
Komentar
Posting Komentar